Pernah merasa semuanya serasa sangat sulit, serba kepepet dan mampet. Hidup kayaknya ngebet dan susah. Ternyata yang bikin mampet itu sikap kita sendiri.
membenci seseorang memang hal lumrah dan salah, tapi kalau keterlaluan sampai nglumut gimana jadinya ?. Gan, kadang-kadang keberuntungan melewati orang-orang kita liat mukanya aja udah eneg. Hikmah dan hidayah juga gitu. Kita nggak tau kan ada diposisi benar atau salah ? kadang merasa benar tapi ternyata salah kadang ngerasa salah tapi ternyata nggak bener juga. itulah... Jangan terlalu membenci seseorang, atau bahkan jangan sampai membenci orang lain. Apapun kesalahan mereka cobalah maafkan. Kalau mungkin kesalahan itu terlalu berat untuk dimaafkan, bicara pada orang itu, katakan dan jelaskan dengan baik. Bilang kalau kita ingin menyambung tali persaudaraan kembali, dan kembalikan lagi hubungan kalian yang sudah terpecah. Perasaan itu cuma akan ngerusak hari-hari kita. Keberuntungan juga akan semakin jauh. Tuhan aja Maha Pemaaf masa kita yang kecil ini enggak mau maafin satu sama lain. Benci itu mempersempit lorong rezeki loh !! :D
Masih suka bentak-bentak bapak atau ibu ?, masih suka juga ngambil uang simpanan mereka dilemari ?, masih berani juga ngeyel kalau dinasehati ?. Kalau masih kayaknya kita perlu reinkarnasi jadi makhluk lain. Stop it !, itu bukan tindakan yang bener walaupun kadang orang tua kita diposisi yang salah dan kita diposisi yang bener. Mereka nggak akan tau apa yang kita rasain dan kita juga nggak tau apa yang mereka khawatirkan tentang kita. Setiap masalah pasti ada jalan keluar yang terbaik, kalau kalian nggak suka sama keputusan orang tua kalian. Coba ngomong baik-baik, nggak berani ngomong ? pake kode !, bikinin sarapan kek, selesaiin semua kerjaan rumah, kasih kado ke orang tua, buat mereka seneng dulu. Kalau suasana udah cair ngomong pelan-pelan sambil senyum. Jangan keluarin kata-kata yang kesannya kalian bener-bener nggak terima. Tunjukan kalau kalian itu anak yang patuh, hanya saja kalian merasa tidak nyaman atau mungkin alasan ini itu yang masuk akal. Dan kalau mereka masih nolak juga, coba pikir lagi. Ide kita atau pendapat mereka yang benar ?, tetep nemu kejanggalan ?, ayo ambil air wudhu, berdo'a. Minta supaya Allah SWT mencairkan hati mereka. Ampuh tuh yang terakhir ! :D In-SyaAllah
Sifat atau kebiasaan kayak gini juga akan menghambat perjalanan hidup kita. Nggak salah kalau dalam bersosial sebaiknya kita menyembunyikan aib orang lain kalau memang tidak diperlukan untuk menyelematkan kebenaran. Nggak cuma si orang itu yang akan rugi, tapi kita juga. Kalau suka membicarakan keburukan orang lain, maka orang-orang yang berwibawa akan menjauh. Si pembawa keberuntungan akan mengalihkannya pada orang lain yang selalu menghargai sesuatu dan bersyukur atas dirinya. Membongkar kebiasaan buruk mencerminkan rendahnya diri kita. Memang, kita hanya makhluk Tuhan yang hina dina. Tapi dalam firmanNya, Tuhan menyematkan kalimat bahwa kita adalah makhluk paling sempurna yang diberi akal dan hati untuk merasakan dan berpikir. Jadi sebelum membuka aib orang lain, coba rasakan bila aib mu dibongkar dan pikirkan akibatnya apabila aib tersebut diketahui banyak orang padahal Tuhan sudah menyembunyikan serapat-rapatnya.
Jangan mempersulit orang lain, apalagi sampai menghalang-halanginya memperoleh kebaikan. Untuk apa dihalang-halangi ? mau bunuh diri ? iri ?. Rezeki sudah ada yang mengatur, jangan sesekali membatasi, permudahlah maka Allah SWT akan mempermudah jalanmu. :)
Sikap itu tidak benar gaes, :) bagaimana rekan kerja akan menghormatimu kalau belum-belum sudah memamerkan semuanya. Semuanya apa ? apa yang kita miliki ?, tidak lain dan tidak bukan hanyalah titipan yang sewaktu-waktu akan begitu mudah untuk Dia ambil kembali. iya, membutuhkan sepersekian detik untuk merubah semuanya. Oh iya,dibagian ini kalau ada yang mengenalku berwatak begini, aku minta maaf yang setulus-tulusnya. Ini memang tidak membawa manfaat sama sekali.
Loh ?, :o sholat adalah mengingat Allah SWT, mengingat Tuhan kita. Beragama itu bukan pilihan, beragama adalah hakikat dari kehidupan kita. Ibarat memanjat tebing, takwa do'a dan paket lengkapnya adalah seperangkat pengaman agar kita selamat sampai puncak.Berapa banyak orang yang berhasil meraih kesuksesan tanpa landasan iman yang kuat, dan akhirnya mereka mempertanyakan kebahagiaan hidup yang ternyata belum mereka rasakan, dan mereka kalah dengan pak tani, nelayan, ataupun tukang becak yang tidak pernah satu malampun lewat tanpa mengucap syukur karena hidupnya yang serba barakah. Urusilah agamamu, maka Allah SWT akan mengurus duniamu, begitu kutipan kalimat Islamic yang aku ingat. Dan itu memang nyata.
1. Membenci seseorang
![]() |
2. Menyakiti hati orang tua
![]() |
3. Suka bongkar kesalahan/keburukan orang lain
![]() |
Sifat atau kebiasaan kayak gini juga akan menghambat perjalanan hidup kita. Nggak salah kalau dalam bersosial sebaiknya kita menyembunyikan aib orang lain kalau memang tidak diperlukan untuk menyelematkan kebenaran. Nggak cuma si orang itu yang akan rugi, tapi kita juga. Kalau suka membicarakan keburukan orang lain, maka orang-orang yang berwibawa akan menjauh. Si pembawa keberuntungan akan mengalihkannya pada orang lain yang selalu menghargai sesuatu dan bersyukur atas dirinya. Membongkar kebiasaan buruk mencerminkan rendahnya diri kita. Memang, kita hanya makhluk Tuhan yang hina dina. Tapi dalam firmanNya, Tuhan menyematkan kalimat bahwa kita adalah makhluk paling sempurna yang diberi akal dan hati untuk merasakan dan berpikir. Jadi sebelum membuka aib orang lain, coba rasakan bila aib mu dibongkar dan pikirkan akibatnya apabila aib tersebut diketahui banyak orang padahal Tuhan sudah menyembunyikan serapat-rapatnya.
4. Menghalang-halangi rezeki orang lain
![]() |
Jangan mempersulit orang lain, apalagi sampai menghalang-halanginya memperoleh kebaikan. Untuk apa dihalang-halangi ? mau bunuh diri ? iri ?. Rezeki sudah ada yang mengatur, jangan sesekali membatasi, permudahlah maka Allah SWT akan mempermudah jalanmu. :)
5. Sombong
![]() |
| parokilaurentiusbdg.org |
Sikap itu tidak benar gaes, :) bagaimana rekan kerja akan menghormatimu kalau belum-belum sudah memamerkan semuanya. Semuanya apa ? apa yang kita miliki ?, tidak lain dan tidak bukan hanyalah titipan yang sewaktu-waktu akan begitu mudah untuk Dia ambil kembali. iya, membutuhkan sepersekian detik untuk merubah semuanya. Oh iya,dibagian ini kalau ada yang mengenalku berwatak begini, aku minta maaf yang setulus-tulusnya. Ini memang tidak membawa manfaat sama sekali.
6. Kerja keras Pokoknya, Bodo amat sama sholat
![]() |
Loh ?, :o sholat adalah mengingat Allah SWT, mengingat Tuhan kita. Beragama itu bukan pilihan, beragama adalah hakikat dari kehidupan kita. Ibarat memanjat tebing, takwa do'a dan paket lengkapnya adalah seperangkat pengaman agar kita selamat sampai puncak.Berapa banyak orang yang berhasil meraih kesuksesan tanpa landasan iman yang kuat, dan akhirnya mereka mempertanyakan kebahagiaan hidup yang ternyata belum mereka rasakan, dan mereka kalah dengan pak tani, nelayan, ataupun tukang becak yang tidak pernah satu malampun lewat tanpa mengucap syukur karena hidupnya yang serba barakah. Urusilah agamamu, maka Allah SWT akan mengurus duniamu, begitu kutipan kalimat Islamic yang aku ingat. Dan itu memang nyata.






2 comments
Click here for commentsnice artikel mbak..,,bisa dibilang karma itu ada
ReplyYaps gan, perbuatan sekecil apapun ada konsekuensinya.. Terimakasih jalan-jalannya :)
ReplyConversionConversion EmoticonEmoticon