![]() |
Ini bukan telaga cermin atau pantai yang ingin saya tunjukan, tempat yang terkena cahaya ke emasan matahari pagi itu dahulu adalah persawahan yang subur. Saya ingat saat kecil dulu saya sering kali mencari jangkrik dan cacing disana, memotong rumput liar dan mengumpulkannya, membangun rumah-rumahan, bahkan bermain bola di atas tanah yang retak-retak. Tapi sekarang...
Semuanya berbeda...
![]() |
| Pena Muezza |
![]() |
| Pena Muezza |
Tempat itu sekarang lebih pantas dipanggil telaga, bukan bukan ! tambak saja. Iya, tambak itu tempat penangkaran/peternakan/pemeliharaan ikan. Beberapa tahun ini air laut naik dengan cepat, sawah yang saya ceritakan diatas sekarang sudah disulap menjadi jajaran tambak, dan juga pemancingan liar. Setiap pagi dan sore di ujung jalan banyak orang-orang yang umumnya dari luar kampung berdatangan untuk memancing. Saya tidak tahu ikan apa yang akan mereka peroleh dari tempat seperti itu ? Mujaer ? Nila ? Atau apa ? ahh.. saya tidak tahu tentang pancing memancing.
![]() |
| Pena Muezza |
Terkadang potret yang bagus menyimpan kenyataan yang teramat menyakitkan.
Ini adalah kenyataan, kenyataannya bukan kami tidak mau pindah. Kami hanya berpikir bagaimana ? kemana ? kapan ? apa ? dan bla bla bla yang lain.
Pindah itu tidak sulit, tapi bertahan hidup setelahnya itu yang selalu menjadi pikiran kami.
Sekarang ini, setiap kali ada orang dari luar kampung datang mereka bingung dengan pondasi-pondasi rumah yang tak henti-hentinya bertambah. Para tukang seperti tidak peduli atau pura-pura bodoh terhadap apa yang tercermin dari telaga baru itu. Heheh... saya suka =)
Kami masih punya harapan, biar saya coba jelaskan.
Kami tidak punya tanah ditempat lain, tempat ini adalah tempat bersejarah, oh bukan itu masalahnya. Masalahnya kami tak menemukan tempat yang semudah ini kami tempati. Setelah sekian tahun kami sudah terbiasa. Tapi lambat laun, kami mulai merinding dengan pasang surut yang jelas sekali dampaknya.
Kami berharap pada Allah SWT sepenuhnya, semoga semuanya menemukan jalan keluar. Entah kepindahan kami ke daerah lain atau daerah ini yang akan di normalkan kembali.
Sampai saat ini, kami tidak tahu kapan akan menyerah dan meninggalkan tanah ini begitu saja.
0:)






ConversionConversion EmoticonEmoticon