Menjalin hubungan antar manusia memang suatu kebutuhan, mulai dari hubungan keluarga inti, keluarga besar, sahabat, teman, guru dan murid, bahkan sampai ke musuh sekalipun. Salah satu pengisi deretan tengah adalah 'Pacar'.
Siapa yang tidak tahu pacaran ? kalimat dengan tujuh huruf yang entah bagaimana tapi cukup sulit untuk menjelaskannya. Selain karena anggapan setiap orang mengenai pacaran juga berbeda-beda, namun juga pacaran itu sering kali berupa hubungan yang kurang begitu jelas arahnya kemana dan lebih dalamnya lagi hubungan itu berkedok `cinta`.
Rasanya artikel ini kurang pantas dipublish sebab perbandingan antara orang yang setuju dan yang tidak setuju mungkin hanya seper sekian ribu orang. Meski begitu pasti masih ada orang-orang yang juga sejalan dengan artikel ini.
Terlepas dari hukum agama yang memang secara tersirat melarang untuk pacaran, inilah kerugian kalau kamu tetap mau pacaran seperti pada umumnya anak zaman sekarang.
1. Waktu Produktifmu Terbuang
Yang memang punya pacar pintar dan suka bantuin belajar, silahkan tutup paragraf ini. Umumnya, mereka yang punya pacar akan lebih banyak menghabiskan waktu luang bersama pacarnya, syukur-lah kalau pacarnya sibuk. Tapi sekalinya doi punya waktu, dia langsung akan menuntut jalan bareng atau sekedar berpalas pesan saling melaporkan situasi masing-masing. Waktu yang harusnya bisa kamu gunakan untuk berpikir tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, kamu buang begitu saja. Padahal bukan tidak mungkin, kalau kamu jumlahkan waktu kamu jalan bareng, smsan nggak berhenti itu, kamu sudah menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dari sekedar kenangan, dan pada akhirnya kenangan itu seperti bandul penghambat jalanmu.
2. Mengisi Memori Otak dengan Hal-hal Menyedihkan
Bagi yang pacaran dan nggak putus-putus, atau yang hatinya tidak pernah terluka karena 'cinta' silahkan tutup bagian paragraf ini. Normalnya dalam sebuah hubungan akan ada masa seneng susahnya, boleh jadi kamu banyak punya kenangan manis dengan pacar kamu dan sayang sekali, ketika hubungan kamu sudah berakhir yang ada hanya hantu kenangan, sesuatu yang gemeletak membuat bising telinga hatimu untuk terus ingin kembali, ingin semuanya tidak terjadi, menyesali pertemuan, menyesali kenangan-kenangan itu, kenapa pula harus ada ?, loh, bukannya kamu yang memilih menerimanya. Sekali lagi, kalau pacaran hanya menumpuk memori indah, lalu berkamuflase menjadi luka, lalu untuk apa ? tak usah lanjutkan, kamu perlu memori indah yang ketika mengingatnya hatimu jadi berbunga-bunga. Bukan turun hujan badai, lalu banjir bandang.
3. Berakhirnya Hubungan Pertemanan
Kalian yang memang tak pernah merasakan terganggunya hubungan pertemanan karena pacaran, silahkan lompati paragraf ini. Tidak semua tapi juga tidak sedikit, orang-orang yang pada akhirnya kehilangan teman akrab ketika mulai 'pacaran', berekspektasi kalau pacar adalah teman hidup untuk selamanya, mereka rela secara tidak sadar menjauhi teman yang dulunya ketawa dan nangis bareng. Ketika komunikasi dengan pacar merampas komunikasi mu dengan teman, maka sat itulah kamu benar, dunia ini hanya milik kalian berdua. Yang lain mah tidak ada, dan begitu dia pergi maka apa kamu mau dunia ini hanya milik kamu saja ?, kamu butuh teman. Sekalipun tak bisa memutuskan dia sekarang, perlihatkan kembali empati mu kepada teman-teman yang dulu ada disebelahmu.. Kelak mereka juga yang akan membantu memplaster retak hubunganmu dengan yang lainnya, dan memapahmu kalau kamu terluka.
Versi selanjutnya dari kerugian nomor tiga, adalah ketika kamu putus bukannya semua kembali seperti sedia kala, samaseperti kamu dan dia saat belum pacaran. Kalian justru saling dendam, dan bermusuhan. Membicarakan kejelekan masing-masing lawan main, dan lalu memaki seolah tak sudi berkenalan lagi. Bahkan setelahnya, ketika berpapasan menyapapun tidak. Kalau dipikir,versi ini tidak terlalu banyak.
4. Membuat Trauma
Yang tidak pernah terluka karena pacaran, lompat saja ke nomor lima. Sudah seharusnya kita belajar dari pengalaman, tapi karena itu juga semakin banyak kamu pacaran, maka kamu akan semakin sensitif dengan tanda-tanda keretakan hubungan kalian. Ada apa-apa sedikit langsung dibahas panjang, karena apa ? karena mungkin kamu takut kehilangan dia dengan alur yang sama seperti saat kamu kehilangan yang dulu.
Pada level yang lebih parah, orang-orang cenderung menutup hati mereka begitu tau kalau patah hati itu menyakitkan. Mereka akan sangat berhati-hati, bahkan ketika disuruh memilih pasangan untuk menikah. Jika disana ada deretan orang-orang baik, selalu saja pelajaran berharga itu datang membuat ragu. Tidak banyak mungkin, tapi ada.
5. Membuat Orang Berpikir Dua Kali
Orang yang apa ?, ya disini orang yang mungkin akan serius denganmu. Dia pasti akan mencari tau latar belakang dan mantan-mantanmu. Rata-rata orang akan menilai lebih baik mereka yang belum pernah pacaran, terutama jika itu karena prinsip. Tapi tak mengapa, rata-rata juga orang baik tak akan mempermasalahkan masalalumu, dia pasti akan fokus menata masa depan bersamamu.
Dalam hal ini coba kamu bayangkan betapa senangnya punya pasangan hidup yang belum pernah pacaran sama sekali denga orang sebelum kamu, dan kamu adalah pacar pertama dan terakhir dalam hidupnya yang memulai dengan hubungan resmi, yang diakui pun tidak dilarang agama. Indah sekali bukan ?...
Masih banyak yang beumdituliskan, dan mohon maaf tulisan ini keluar dari kacamata orang yang tidak setuju dengan pacaran, kalian yang punya hubungan pacaran positif silahkan menimbang sendiri pantaskah hubungan itu dilanjutkan atau lebih baik diakhiri dan selesaikan. :)

ConversionConversion EmoticonEmoticon