Meskipun kata orang-orang, berteman jangan pilih-pilih. Tapi sebenarnya memilih teman itu penting, dan berteman dengan sembarang orang itu berbahaya.
Jika kamu ingin tahu siapa dia, lihat siapa teman-temannya
Begitu ungkapan jenius tentang pertemanan yang bisa menjadikan kamu punya prinsip untuk memilih teman dekat.
Bukan berarti yang tidak baik adalah musuhmu, mereka juga temanmu. Tapi bukan teman dekatmu, apalagi sahabatmu. Ada orang-orang yang hanya bisa kamu akui mereka sebagai teman biasa, dan pasti ada juga teman yang kamu inginkan untuk tetap tinggal dan tidak berlalu begitu saja dalam hidupmu. Tapi ada banyak hal yang harus kamu ketahui, tipe teman seperti ini yang sebaiknya tidak kamu jadikan teman dekat atau sahabat dalam hidup.
1. Mendekatimu Hanya Saat Dia Butuh
Kamu tidak harus menjadikan teman sepertinya sebagai musuh, karena selayaknya manusia baik kamu harus selalu baik pada semua orang. Termasuk dengan orang bertipe seperti ini, tapi yang ahrus lakukan hanya mengambil jarak yang ideal. Jangan mencoba untuk berharap dia akan jadi temanmu, sebelum kamu lihat sendiri dia bertahan saat kamu susah dan bersedia menjalin pertemanan meskipun tak ada urusan apa-apa. Anggaplah orang-orang ini sebagai teman biasa.
2. Punya Banyak Muka
Pasti sudah tahu maksud kalimat itu kan ?... Wajar saja manusia punya banyak wajah, karena terkadang kita juga harus menyembunyikan kesedihan dihadapan banyak orang dan meluapkan kesedihan dihadapan seseorang. Tapi beda halnya dengan ini, dia terlihat manis didepan mu namun dibelakangmu dia berbicara seolah kamu adalah parasit yang selalu ingin dia basmi.
But, ada beberapa yang terkdang ikut pada gerombolan orang-orang yang mengumpatmu namun dia tetap berusaha tidak menjelek-jelekkan mu dihadapan teman-temannya itu, She is the Good people.
Jika kamu belum bisa menjadikannya teman dekat, setidaknya jangan jauhi dia.
3. Memberi Perhatian Untuk Membuatmu Peduli dan Mau Membantunya
Ada ? ada lah... Ketulusan adalah hal yang langka saat ini, banyak orang yang memberimu perhatian namun itu bukan karena rasa empati dan simpatinya kepadamu. Itu adalah harga yang dia tawarkan untuk membeli bantuanmu. Karena orang-orang ini tahu kamu tidak akan bisa menolak permintaannya begitu mereka bisa membuatmu merasa terbantu dengan kehadiran mereka.
Mungkin kamu akan bersyukur bertemu mereka, tapi tidak akan lama. Karena suatu waktu kamu akan muak dan bosan setelah mengetahui pola yang sama disetiap komunikasi kalian. Jika ada teman mu yang begini, jangan mencoba berpegangan padanya, ia bisa saja meninggalkanmu saat ia menemukan target baru.
4. Menghalangimu beribadah pada Tuhan
Ini adalah tipe teman terparah yang marak, banyak dari kita memuliakan menjunjung tinggi korsa dan kekompakan tapi nyatanya lupa pada yang memberi kehidupan, seolah masalah akan selesai hanya karena kamu bersama dengan teman. Padahal sekalipun tidak, Tuhan menciptakanmu untuk beribadah, begitupun Dia menciptakan temanmu itu. Jika kamu punya teman yang selalu beralasan saat kamu ajak beribadah, jangan kamu ikuti alurnya. Justru saat itu kamu harus membuatnya berpegangan dan mengikuti alurmu yang selalu ingin dekat dengan Tuhan. Kamu tidak boleh mengiyakan saat ia mencoba menggagalkan ibadahmu. Saat itu kamu punya dua pilihan, memapahnya pelan-pelan agar kalian jadi teman sejati yang dicintai Tuhan, atau membiarkan temanmu tenggelam dalam kegelapan karena kamu tidak mau ikut membantunya melawan godaan syetan.
5. Selalu Bergantung Padamu
Memang tidak enak rasanya diatur, tapi kalau harus selalu memimpin mungkin kamu akan kelelahan atau bisa saja membuat keputusan yang salah. Kadang kamu butuh pendapat, kadang kamu butuh perdebatan. Tapi teman yang selalu bergantung padamu akan membuatmu kelelahan, ibaratkan traktor harus menarik kerbau mati dari sawah sampai kerumah. Berat bukan ?... Bedakan jika traktor menarik kerbau hidup, meskipun sedikit terjadi perlawanan tapi paling tidak kamu tidak berjuang sendirian. Kamu bisa berbagi beban dengannya, jika dia tidak bergantung padamu.
Tapi jika dia selalu memaksamu jadi pemimpin, maka bicaralah padanya. Kalau tidak juga mengerti, mundurlah sedikit kebelakang. Biarkan dia menemukan kepemimpinan dalam dirinya, dan siap untuk jadi teman dekatmu.
6. Pandai Membocorkan Rahasiamu
Hati-hati, kalau kamu bilang `ini rahasia` tapi kamu bicarakan pada banyak orang. Itu namanya bukan rahasia lagi !. Tapi kalau kamu hanya membicarakan dengan sedikit bahkan satu orang masih bisa lah disebut rahasia. Tapi teman yang satu ini akan berbahaya jika kamu membagikan rahasiamu padanya, anggaplah itu bukan rahasia penting, tapi kamu butuh orang yang bisa dipercaya. Kamu butuh privasi, jika temanmu suka melakukan hal ini baiknya berikan dia buku tentang keharusan menjaga rahasia. Sebab dia mungkin akan terus dijauhi jika selalu menyebabkan rahasia orang lain tersebar luas. Mundur kebelakang dan hindari mencurahkan rahasiamu padanya sampai dia mengerti bahkan dibocorkn rahasianya itu menyakitkan.
Selain 6 diatas masih banyak lainnya, tapi artikel ini tidak menyuruh kalian menjauhi semua orang. Pahami yang masih bisa dipahami, bicara pada yang masih bisa diajak bicara, namun saat kamu kecewa dan lelah. Yang harus kamu lakukan hanya memaafkannya lantas memutuskan tetap tinggal atau menyerah dan mencari tempat berteduh yang lebih indah.
:)
Jika kamu ingin tahu siapa dia, lihat siapa teman-temannya
Begitu ungkapan jenius tentang pertemanan yang bisa menjadikan kamu punya prinsip untuk memilih teman dekat.
Bukan berarti yang tidak baik adalah musuhmu, mereka juga temanmu. Tapi bukan teman dekatmu, apalagi sahabatmu. Ada orang-orang yang hanya bisa kamu akui mereka sebagai teman biasa, dan pasti ada juga teman yang kamu inginkan untuk tetap tinggal dan tidak berlalu begitu saja dalam hidupmu. Tapi ada banyak hal yang harus kamu ketahui, tipe teman seperti ini yang sebaiknya tidak kamu jadikan teman dekat atau sahabat dalam hidup.
1. Mendekatimu Hanya Saat Dia Butuh
![]() |
Kamu tidak harus menjadikan teman sepertinya sebagai musuh, karena selayaknya manusia baik kamu harus selalu baik pada semua orang. Termasuk dengan orang bertipe seperti ini, tapi yang ahrus lakukan hanya mengambil jarak yang ideal. Jangan mencoba untuk berharap dia akan jadi temanmu, sebelum kamu lihat sendiri dia bertahan saat kamu susah dan bersedia menjalin pertemanan meskipun tak ada urusan apa-apa. Anggaplah orang-orang ini sebagai teman biasa.
2. Punya Banyak Muka
![]() |
Pasti sudah tahu maksud kalimat itu kan ?... Wajar saja manusia punya banyak wajah, karena terkadang kita juga harus menyembunyikan kesedihan dihadapan banyak orang dan meluapkan kesedihan dihadapan seseorang. Tapi beda halnya dengan ini, dia terlihat manis didepan mu namun dibelakangmu dia berbicara seolah kamu adalah parasit yang selalu ingin dia basmi.
But, ada beberapa yang terkdang ikut pada gerombolan orang-orang yang mengumpatmu namun dia tetap berusaha tidak menjelek-jelekkan mu dihadapan teman-temannya itu, She is the Good people.
Jika kamu belum bisa menjadikannya teman dekat, setidaknya jangan jauhi dia.
3. Memberi Perhatian Untuk Membuatmu Peduli dan Mau Membantunya
![]() |
Ada ? ada lah... Ketulusan adalah hal yang langka saat ini, banyak orang yang memberimu perhatian namun itu bukan karena rasa empati dan simpatinya kepadamu. Itu adalah harga yang dia tawarkan untuk membeli bantuanmu. Karena orang-orang ini tahu kamu tidak akan bisa menolak permintaannya begitu mereka bisa membuatmu merasa terbantu dengan kehadiran mereka.
Mungkin kamu akan bersyukur bertemu mereka, tapi tidak akan lama. Karena suatu waktu kamu akan muak dan bosan setelah mengetahui pola yang sama disetiap komunikasi kalian. Jika ada teman mu yang begini, jangan mencoba berpegangan padanya, ia bisa saja meninggalkanmu saat ia menemukan target baru.
4. Menghalangimu beribadah pada Tuhan
![]() |
Ini adalah tipe teman terparah yang marak, banyak dari kita memuliakan menjunjung tinggi korsa dan kekompakan tapi nyatanya lupa pada yang memberi kehidupan, seolah masalah akan selesai hanya karena kamu bersama dengan teman. Padahal sekalipun tidak, Tuhan menciptakanmu untuk beribadah, begitupun Dia menciptakan temanmu itu. Jika kamu punya teman yang selalu beralasan saat kamu ajak beribadah, jangan kamu ikuti alurnya. Justru saat itu kamu harus membuatnya berpegangan dan mengikuti alurmu yang selalu ingin dekat dengan Tuhan. Kamu tidak boleh mengiyakan saat ia mencoba menggagalkan ibadahmu. Saat itu kamu punya dua pilihan, memapahnya pelan-pelan agar kalian jadi teman sejati yang dicintai Tuhan, atau membiarkan temanmu tenggelam dalam kegelapan karena kamu tidak mau ikut membantunya melawan godaan syetan.
5. Selalu Bergantung Padamu
![]() |
Memang tidak enak rasanya diatur, tapi kalau harus selalu memimpin mungkin kamu akan kelelahan atau bisa saja membuat keputusan yang salah. Kadang kamu butuh pendapat, kadang kamu butuh perdebatan. Tapi teman yang selalu bergantung padamu akan membuatmu kelelahan, ibaratkan traktor harus menarik kerbau mati dari sawah sampai kerumah. Berat bukan ?... Bedakan jika traktor menarik kerbau hidup, meskipun sedikit terjadi perlawanan tapi paling tidak kamu tidak berjuang sendirian. Kamu bisa berbagi beban dengannya, jika dia tidak bergantung padamu.
Tapi jika dia selalu memaksamu jadi pemimpin, maka bicaralah padanya. Kalau tidak juga mengerti, mundurlah sedikit kebelakang. Biarkan dia menemukan kepemimpinan dalam dirinya, dan siap untuk jadi teman dekatmu.
6. Pandai Membocorkan Rahasiamu
![]() |
Hati-hati, kalau kamu bilang `ini rahasia` tapi kamu bicarakan pada banyak orang. Itu namanya bukan rahasia lagi !. Tapi kalau kamu hanya membicarakan dengan sedikit bahkan satu orang masih bisa lah disebut rahasia. Tapi teman yang satu ini akan berbahaya jika kamu membagikan rahasiamu padanya, anggaplah itu bukan rahasia penting, tapi kamu butuh orang yang bisa dipercaya. Kamu butuh privasi, jika temanmu suka melakukan hal ini baiknya berikan dia buku tentang keharusan menjaga rahasia. Sebab dia mungkin akan terus dijauhi jika selalu menyebabkan rahasia orang lain tersebar luas. Mundur kebelakang dan hindari mencurahkan rahasiamu padanya sampai dia mengerti bahkan dibocorkn rahasianya itu menyakitkan.
Selain 6 diatas masih banyak lainnya, tapi artikel ini tidak menyuruh kalian menjauhi semua orang. Pahami yang masih bisa dipahami, bicara pada yang masih bisa diajak bicara, namun saat kamu kecewa dan lelah. Yang harus kamu lakukan hanya memaafkannya lantas memutuskan tetap tinggal atau menyerah dan mencari tempat berteduh yang lebih indah.
:)






ConversionConversion EmoticonEmoticon