![]() |
| Image by |
Hidup seperti laut yang mengalami pasang surut, kadang kita berjalan gagah menantang hari dan terkadang juga kita harus menunduk kecewa dan mengutuk waktu.
Saat masalah berdatangan dan teman sahabat rekan seperjuangan terasa berlarian meninggalkan kamu sendiri, saat itu mungkin kamu sedang mendung gelap. Hati mu tidak menemukan yang namanya toleransi dan pemahaman.
Kamu bisa saja memutar musik galau yang pasti hanya akan membuatmu semakin layu tidak bersemangat menjalani hidup ini. Tapi jangan lupa untuk menghentikannya secepat kamu bisa.
Masalah tidak datang untuk membuat mu jatuh lemah dan menyerah, ia datang untuk mengajari mu cara ini dan itu, tentang manusia yang begini dan begitu, dan masih banyak lagi.
Semakin kamu bersedih dan meratap, semakin dalam sakit yang kamu rasakan. Sama halnya ibarat semakin besar deburan ombak ke Pantai, semakin hancur batu karang disekitarnya.
Kamu harus berupaya bangun dan bangkit lagi, yakinlah... Tuhan sudah mempersilahkan mu untuk kembali bersemangat. Sambil berkata dengan tutur takdirnya yang lembut.
"Berdo'alah, maka akan Aku kabulkan..."
Bahkan disaat kamu merasa seorang diri, yang entah dengan bodohnya tetap saja tidak mencari sesuatu yang abadi, yang tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri, yah... Tuhan.
Jangan berdiam diri disatu tempat dan satu kesalahan terlalu lama, kekecewaan tentu butuh waktu penyesalan tentu butuh kesempatan tapi kamu juga tidak boleh menghardik karunia dan semangat yang telah Tuham berikan.
Kamu harus melanjutkan perjalanan yang panjang ini, dan tentu saja nanti kamu akan tahu kalau kamu tidak pernah melangkah seorang diri.
Kamu bisa memilih mau jadi apa, tapi Tuhan yang tentukan kamu jadi apa, itu tanda kalau saat kamu memilih bahkan jika kamu tidak tahu apa Dia tetap ada menyaksikanmu...
Pada akhirnya kita hanya diminta untuk memohon dan menerima, berjuang semestinya dan berdo'a seraya berterimakasih. Bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu pergi...
kalau hari ini kamu masih merasa jadi orang asing di tempatmu sendiri atau dinegeri orang, pahamilah dahulu kamu juga bayi yang tidak tahu siapa orang-orang yang memberimu ASI, memberimu permen dan membelikanmu hadiah, kenali mereka pelan-pelan, kamu dan mereka pasti akan berteman.
Jika hari ini kamu tidak tahu harus mengeluh pada siapa, tenang... Jarak antara kamu dan kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah. Begitu dekat...
Keluhkan padanya, bahkan disaat kamu tidak lagi di percaya. Yakini...
melangkah saja dengan berani, kamu tidak pernah benar-benar sendiri.

ConversionConversion EmoticonEmoticon