![]() |
| brilio.net |
Sebagai seorang manusia yang diberi hati dan pikiran, pasti akan ada waktu saat kamu merasakan sedih yang sangat, terasa sulit di obati, dan tidak bisa begitu saja dibuang jauh-jauh dari pikiran.
Itu wajar saja, kamu diberi pikiran yang mampu mengingat berbagai hal, terutama sesuatu yang mencolok dalam kehidupan ini, apalagi segala hal yang bermuara pada hati.
Tapi ada yang harus kamu ingat kembali, sebenarnya kesedihanmu yang kamu bilang sakitnya setengah mati itu, tak terlepas dari Pengawasan dan Pengetahuan Tuhan Yang Maha Mengetahui isi hatimu. Semua ini terjadi atas persetujuanNya.
Kesedihan memang harus disertakan supaya kamu lebih menghargai nikmat kebahagiaan, tapi jangan lalu terlarut dalam duka. Kamu harus tau,waktu yang kamu gunakan untuk bersedih itu sangat berharga, bisa kamu gunakan untuk menebus lukamu dan membuka pintu kebahagiaan lainnya.
Banyak orang yang mengeluh kalau melepaskan kesedihan itu sangat sulit, mengeluh kalau kehilangan itu sangat menyakitkan, dan mengikhlaskan itu berat untuk dilakukan. Tapi bukannya sedih berlama-lama juga lebih menyakitkan dari pada berusaha sembuh ?...
Untuk kamu yang masih suka mengeluh akan hal itu, mungkin ini bisa membantu...
1. Berhentilah Menyalahkan Siapapun, termasuk dirimu sendiri
Tidak ada asap jika tidak ada api, tidak ada kesedihan jika tidak ada sebabnya. dan sebab kesedihan adalah permasalahan atau bahkan kegagalan dan kepergian. Semua itu terjadi karena kita adalah makhluk yang berhubungan dengan orang lain, dan karena hal itulah ketika permasalahan atau kesedihan datang otak kamu seakan mencari jalan keluar dari rasa bersalah maupun rasa marah, kamu mungkin akan menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Cobalah berhenti seperti itu, semua ini mungkin berawal dari kesalahan tapi terus menyalahkan tidak akan menjadikan waktu kembali dan takdir berubah. Setelah kamu menyadari kesalahan itu, terimalah dengan besar hati. Tuhan sudah mengizinkannya terjadi, artinya Tuhan setuju untuk menjadikan itu soal dalam ujian hidupmu.
Ambilah pelajaran dari kesalahan itu, dan segeralah berbenah. Menyalahkan diri sendiri sama saja tidak percaya kalau takdir dan tingkah laku kita berada dalam GenggamanNya.
Mungkin ini adalah kesalahanmu, tapi Tuhan dengan Ke Maha Baik-kanNya memberimu pelajaran berharga bahkan dari masalah yang kamu buat sendiri, kesempatan dariNya ini jangan kamu isi dengan murung terus-menerus, berbuat baiklah perbaiki diri.
2. Yakini bahwa ini adalah Keputusan Tuhan Yang Terbaik
Kalau kamu berpikir ini adalah cara Tuhan untuk menghukummu, maka cepat-cepatlah kembali pada jalanNya. Kamu dihukum karena Dia cinta. Jika kamu menganggap ini adalah akibat dari kesalahan orang lain, maka yakinilah bahwa Tuhan telah menyetujui ini untuk terjadi. Kamu boleh tahu kesalahan apa yang dilakukan orang lain itu, tapi kalau kamu dendam pada orang itu apakah tidak sama dengan dendam pada Yang Mengizinkan hal itu terjadi ? Dia Tahu Yang terbaik, jangan pesimis dan berpikir buruk, karena Tuhan saja menyuruh kita untuk terus berpikiran baik apapun yang terjadi, Dia Maha Benar apalagi soal pilih memilih. Akan lebih baik jika kamu berpikir inilah KeputusanNya, dan kamu harus menerimanya.
3. Berhenti memutar lagu Mellow
Musik itu bisa mempengaruhi perasaan, apalagi musik yang senada dengan suasana hati. Jika kamu sedang sedih, cobalah berhenti mendengarkan lagu-lagu sedih, mellow, tentang kehilangan, kegagalan, atau lagu-lagu mellow lainnya. Itu hanya akan membuat otak mu berimajinasi dan merasakan luka yang semakin dalam, kamu akan terus mengingat dan semakin lama semakin jatuh dalam kesedihan. Seolah-olah sebuah lagu bisa mengungkapkan perasaanmu, padahal lagu itulah yang membuat luka hati mu makin memerah dan makin parah. Jika tidak percaya, maka cobalah... Gantilah playlist kamu dengan lagu-lagu yang memotivasi, lebih bagus lagi tadarus Al-Qur'an, ceramah agama *apalagi yang sesuai dengan permasalahan kamu, sholawat mungkin atau lagu-lagu rohani lainnya. Perasaanmu pasti akan jauh lebih baik daripada jika kamu terus mendengarkan lagu-lagu mellowmu.
4. Untuk sementara, silahkan blokir akses-akses yang bisa mengingatkanmu pada `sesuatu` itu
Ingat ya diawal kalimat, ada tulisan untuk sementara yang intinya ini tidak bermaksud agar kamu memutuskan tali silaturahim. jelas sekali ! memutuskan tali silaturahim itu TIDAK BENAR. walaupun amat menyakitkan, jangan pernah dendam dan bersumpah untuk tidak berelasi lagi, biasa saja. Sebab biasanya yang dilebih-lebihkan itu akan berakhir lebih memilukan.
Silahkan blokir hal-hal yang memicu kesedihan ataupun kemarahanmu, katakan dalam hati bahwa ini untuk menyembuhkan diri saja. Kamu bisa mengembalikan akses itu setelah perasaaan kamu agak baikan. Ini kurang lebih sama dengan 'kamu butuh waktu untuk sendiri dulu'.
5. Ceritakan Perasaan/permasalahan mu pada orang yang kamu percaya
Ini adalah alternatif ketika kamu merasa tidak dapat membendung semuanya sendirian, kamu merasa harus berbagi dengan orang lain. Ceritakan saja, maka beban di dalam hatimu akan sedikit terlepas talinya, dengan begitu kamu akan merasa lebih lega dan merasa tidak sendiri. Kamu juga akan merasa lebih siap menghadapi hari-hari depan, tentu ini jika kamu curhat dengan orang yang tepat.
Jika memang berat hatimu untuk menceritakan hal ini pada orang lain, maka ungkapkan apa yang kamu rasa ini pada Tuhan, walaupun sebenarnya Dia sudah pasti tau segalanya lebih dari dirimu sendiri. Tapi itulah yang sebenarnya harus kamu lakukan, jika memang merasa lemah maka mengakulah, Tuhan tidak akan tinggal diam.
6. Hiburlah Dirimu dengan Liburan/Travelling atau melakukan Hobbi
Ini pasti akan menyenangkan, pikiran kamu akan lebih segar. Dan jika ada yang bisa membuatmu senang mengerjakan sesuatu, maka biasanya itu adalah hobimu. jadi kerjakanlah ! bahagialah...
Yang ke tujuh dan selanjutnya, silahkan tambahkan sendiri. Mungkin kamu punya cara tersediri untuk menghibur diri. Semoga membantu... :)

ConversionConversion EmoticonEmoticon